In
...
Senja di pusat kota memang ramai. Suara klakson kendaraan berkecepatan
tinggi bersautan seolah mereka berteriak
"woi minggir, gue mau
pulang!" "Gue juga!" Suara mereka
...
Apa jadinya kalau gue mencoba melindungi dua kubu dengan maksud agar keduanya berdamai, setidaknya perseteruan mereka tidak semakin parah, tanpa gue memihak salah satunya? Mencoba menengahinya?
In
Horor-zing
Gue tuh
jarang banget punya niatan buat nonton film horor di bioskop. Bukan
karena gue penakut, tapi emang gak suka aja.
Gue
selalu aja merasa sia-sia setelah nonton film horor.
Kenapa?
...
"Peb, tadi o, pas aku lagi bikin sarimi, gak sadar
kriuk-kriuknya aku buang ke tempat sampah. Ya, pantesan aja pas dimakan kok gak ada bunyinya gitu. Yahh, sayang yah.."
Gue gak butuh penjelasan teori kenapa bumi itu berputar.
Gue juga gak butuh lo jelasin kenapa Indonesia gak dapet jatah salju di tiap Desembernya.
Karena,
Gue sudah merasa cukup, kok, dengan segala ocehan gak pentingmu itu.
Ya, se-sim-pel-itu. DAN, ijinkan gue untuk menyelamati tiap pagi, bangun tidur-mu-itu, yang kadang kepagian, dan kadang juga (sering) kesiangan.
"Peb, tadi o, pas aku lagi bikin sarimi, gak sadar
kriuk-kriuknya aku buang ke tempat sampah. Ya, pantesan aja pas dimakan kok gak ada bunyinya gitu. Yahh, sayang yah.."
Gue gak butuh penjelasan teori kenapa bumi itu berputar.
Gue juga gak butuh lo jelasin kenapa Indonesia gak dapet jatah salju di tiap Desembernya.
Karena,
Gue sudah merasa cukup, kok, dengan segala ocehan gak pentingmu itu.
Ya, se-sim-pel-itu. DAN, ijinkan gue untuk menyelamati tiap pagi, bangun tidur-mu-itu, yang kadang kepagian, dan kadang juga (sering) kesiangan.
In
Bungkam.
...
Bungkam.
Bukan
berarti aku menyerah.
Bukan
berarti aku kalah. Telak.
Bungkam,
Karena
aku melindungi, agar tidak ada yang terluka.
Agar
tidak ada yang sakit hati,
Tidak ada yang kecewa dengan
apa yang sebenarnya terjadi.
In
Photobox
In
Tenggelam
...
Belum jodoh.., bagian dua.
Tidak lagi ada kecewa di malam itu.
Hanya dekat, hangat, dan nyaman yang kami rasa.
Tembok tebal diantara kami telah runtuh, bahkan tidak meninggalkan puing. Semua cerita telah terungkap, rindu sudah terbalas. Kami pulang dengan kenyang. Haha.
...
Belum
jodoh.
Kami
diberi waktu empat minggu.
Untuk saling bertemu, untuk saling berbagi cerita tentang
apa yang telah kami lalui masing-masing, atau, sekedar bercerita tentang sebetapa
membekasnya masa lalu kami....
"Peb.., gue di
rumah"
"Timezone yuk,
lusa?"
"Besok gue ke
Jogja"
Hujan
sedang bersama angin, menciptakan kata deras dan hawa yang dingin. Mereka
sedang bermain bersama, membuat pertunjukan cahaya kilat, bersuara gaduh di
langit.
Membuat resah mereka yang sedang di jalanan, dan mereka yang menanti
kepulangan.
Sedangkan di bagian dunia yang lain, gue lupa siuman.
Masih
terbungkus selimut lembut, berdua dengan bantal guling.
Kami masih berpelukan
kencang, enggan untuk melepas satu sama lain, di dalam kamar tidur yang gelap
tapi hangat.
Pertunjukan
langit mulai menjadi-jadi.
Suara gaduhnya mampu bikin jendela kamar gue
bergetar.
Sontak gue bangun.
Gelap.
Gue meraba-raba ke kanan dan ke kiri mencoba menemukan
hape redmi 2 berwarna hitam-putih, dan berharap ada notifikasi 100 panggilan tak
terjawab, biar bisa gue screenshot dijadikan dp bbm dan menuliskan 'maaf
ketiduran'. Gak penting. Tapi bikin gue keliatan penting.
'PEBI
jadi gak?!' Gue kaget bukan main setelah melihat pesan itu dari layar hape. Tersadar
gue ketiduran cukup lama, lima jam dari jam tiga sore. Buru-buru gue bangun
buat mandi. Maksud gue, sikat gigi dan cuci muka. Gue gak pernah mandi Ogah
banget mandi dingin-dingin gini.
Tanpa jas hujan, bergegaslah
gue ke rumah Fafa.
Kami janjian makan nasi goreng di tempat favorit kami dari
smp.
Fafa mau cerita.
Seperti yang gue duga.
Wajahnya masam, ada aura pembunuh disekitar Fafa, tanda dia sebel sama gue. Dan
seperti biasa, gue diomelin sepanjang perjalanan kami ke kedai nasi goreng
hanya gara-gara gue telat bangun tidur.
Sampainya
disana, kami basah kuyup.
Gak, maksud gue, cuma gue yang basah, si Fafa cuma
basah dikit di punggungnya. Curang.
"Pesen
apa, Peb?"
"Biasa"
Bukan hanya tempatnya yang
konsisten, pesanannya-pun juga ikutan konsisten. Tiap kali kesini kami selalu
pesan kwetiau.
Cuma 'kwetiau', walaupun sebenarnya di daftar menu ada yang
namanya kwetiau spesial dan kwetiau istimewa.
Hanya saja, dari awal kesini
sampai sekarang kami gak pernah tau apa bedanya kwetiau, kwetiau spesial, dan
kwetiau istimewa. Selain kami enggan untuk bertanya, mas-mas penjualnya juga
gak pernah nawarin ataupun sekedar ngasih tau. Sampai sekarang.
"Jadi
gimana? lo jadi ke Jogja?"
"Iya"
"Kenapa
dadakan gini. Kita aja belum sempet maen kemana-mana"
"Iya
emang dadakan. Sebenernya kalo bisa juga sore ini gue udah ke Jogja"
"Seberapa
parah sih?"
"Ada
lubang 3cm di jantung gue"
Dagu
gue keangkat.
Ada hening panjang disini. Hening, hanya tersisa suara mas-mas
nasgor mukulin wajannya.
Gue
gak tau harus bilang apa.
"Gitu
ya"
"He'em"
Lalu
datanglah mas-mas nasgor membawakan pesanan kami,
'kwetiau biasa' yang tidak
ada spesial dan istimewanya, tentu dengan senyum hangatnya, bukan buat gue,
tapi selalu buat Fafa.
Ya, mas-mas nasgor ini kayaknya naksir sama Fafa. Haha.
Setidaknya, mas-mas nasgor ini selalu membuat kami tertawa ketika memergokinya
curi-curi pandang ke Fafa, lalu masnya akan salah tingkah sendiri. Senyum-senyum
sendiri. Haha.
"Fa,
terus kata dokter lo harus gimana?"
"Dikasih
dua pilihan sih. Mau operasi atau pakek alat bantu. Tapi itu juga harus
nungguin hasil lab besok"
"Gak
diganti tubles aja sekalian?"
"Haha.. lo pikir gue ban, hah"
Gue
merasa lancang sih. Masih sempet becanda disituasi seserius ini.
Kami
berhenti bicara.
Mencoba fokus, lahap menikmati hidangan yang telah disajikan
mas-masnya, yang diracik dengan cinta tentunya. Haha.
Seperti
biasanya lagi, Fafa jarang menghabiskan porsi kwetiaunya dan nyuruh gue buat
ngabisin jatahnya.
Ini salah satu alasan kenapa gue hobi ngajak dia makan.
"Kalo
lo bisa milih, apa yang bakal lo pilih?
"Gue
siap semuanya, Peb. Mau itu operasi sekalipun, gue sudah siap. Gue pengen
sembuh"
"Terus,
apa yang bisa gue lakuin buat lo?"
"Doain
gue aja. Dan maafin gue kalo ada salah sela..."
"Itu
pasti. Gue doain yang terbaik buat lo. Dan, Fa, gue ngerti apapun keputusannya
itu pasti punya resiko. Gue gak bilang itu mudah. Tapi gue selalu bilang lo
kuat. Lo adalah cewek yang kuat. Selama lo punya semangat buat sembuh, maka gue
yakin lo sembuh. Seperti yang lo tau, rencana Tuhan memang misterius, tapi gak
pernah gagal indah. Sama kayak kwetiau ini Fa, kita selalu memilih kwetiau yang
sama, walaupun sejak dulu kita tau ada pilihan kwetiau lain di menu, kita tetap
memilih pilihan kita. Toh, pilihan kita ini gak pernah gagal bikin kita seneng dan
kenyang, walaupun kita kesini hujan-hujanan, marah-marahan, tapi coba liat, gak
ada penyesalan, Fa. Gak akan ada"
Ada
senyum yang melebar. Ada hangat yang merekah di tengah badai.
...
Fa,
dimanapun lo sekarang, gue selalu nunggu lo disini. Gue yakin lo bakal balik
kesini besok, dengan tawa yang puas.
Teruntuk
perempuan kuat 'Fafa'.., Semangat!
Tidak
ada penyesalan dari pilihan yang telah kita pilih
–Peb
In
Halo 2017
...
Halo..
Halo..
Sudah lama rasanya
gak ngeblog.
Lama gak
ngata-ngatain orang.
Haha.
2016 menjadi
tahun yang hebat buat gue pribadi.
Banyak momen-momen
yang sangat berpengaruh untuk hidup gue.
Momen-momen yang belum sempat
gue tulis.
Atau mungkin, yang akan gue tulis nanti.
Banyaaakk yang nanya
"Peb, udah gak ngeblog?"
"Pebi, silueeet-nya udah mati?"
OKE ini jawabannya;
2016 gue sibuk.
Untuk bisa tidur
tepat waktu saja itu susah, apalagi nyuri waktu buat nge-blog.
Gue tidur cuma empat
jam tiap hari. Tiap hari. Gak ada hari minggu, semua hari berubah menjadi hari
senin buat gue.
Bukan maksud gue
ngeluh, enggak.
Cuman, gue sedang
dalam permainan prioritas.
Dimana gue harus milih mana yang harus gue
dahulukan.
Dan YA, gue enggak milih silueeet.
Gue harus melepaskan
silueeet untuk sesaat.
Ini
udah kayak cerita cinta romantis ala bocah smp mau ujian nasional tau gak.
Dimana
hubungan mereka sedang berjalan romantis
Lagi sayang-sayangnya
terus..,
tiba-tiba
suatu hari yang cerah, dimana ujian nasional kurang sehari, si cewek bilang ke
cowoknya
"Maaf,
kita udahan aja dulu. Aku mau fokus ujian"
Mata lo meledak!
Lo pikir maen petak umpet bisa seenaknya udahan!
Yah, gue gak perlu critain gimana nasib keduanya setelah hari itu. Yang
jelas, kita semua tahu bahwa ada satu bocah smp yang gagal ujian
nasional.
...
Beberapa
hari yang lalu gue ngepost postingan pertama di tahun 2017 bertajuk cinta. Jijik emang.
Tapi, gue punya alasan kenapa gue posting gituan, dan sedangkan halo2017 baru diposting sekarang.
Alasannya
sih sederhana.
Jadi, diawal januari gue bikin status di sosmed
"Postingan
pertama silueeet2017 kalian mau genre apa?"
Dan, ini yang terjadi
Ya, kebanyakan dari mereka yang komen meninta romance.
Padahal gue adalah orang gak percaya cinta.
Tapi gue tetep mencoba untuk mengkabulkannya.
Walaupun memang hasilnya malah jadi cerita cengeng yang jauh dari kata romantis
ataupun cinta, malah lebih keliatan kayak curhat habis-habisan. Haha.
Setelah gue posting
postingan kemaren, banyak reaksi yang dikirim ke sosmed gue.
Ada yang kepo, ada
yang marah, ada yang jadi curhat galau gitu ke gue, gak jelas anjir.
"Hiii
Peb, kok ceritanya sama kayak yang gue alamin sih.."
"Dia
siapa, Peb?" yang ini banyak nih.
"Dia
yang mana, Peb? Perasaan kita kan bikin film bareng?"
"Gak
bagus. Endingnya gak jadian" mata lo meledak!
lalu ada yang dateng terakhiran "Hoi pengecut.."
si kampret.
Oke
lanjut.
Intinya
Setelah gue posting postingan kemaren ada yang pc gue
"Peb,
kok template blog lo gak ganti?"
Sebenarnya
gue sudah bikin dua konsep buat silueeet, tinggal gue pilih dan pasang.
Cumaaaan,
hati kecil gue ini masih merasa nyaman dengan konsep silueeet yang sekarang. Kayak udah sreg gitu.
Gue
pengen ngasih bocoran buat dua konsep silueeet tahun ini.
Yang
pertama masih sama kayak sebelumnya, dengan konsep typografi tapi lebih elegan
dari tahun kemaren.
Dan
yang kedua adalah konsep binatang.
Ya, jauh berbeda dari konsep-konsep
sebelumnya memang. Lebih nantang.
Tapi
ini masih rancangan loh ya. Rencana. Wacana.
Oke sudah..
Gini aja halo2017-nya.
Gak penting banget kan. Iya, gue ngerti lo selalu nganggep gue gak penting.
Well, Harapan
tahun ini silueeet bisa lebih produktif dari tahun sebelumnya.
Gak
akan ada yang banyak perubahan dari silueeet sih.
Gue
tetap akan menulis tulisan gak penting disini, tentang kehidupan gue dan
sekitarnya. Yang gak menarik.
Dan sesekali bisa dibilang 'curhat habis-habisan' haha.
Ohya.., doakan ya tahun ini Silueeet lolos adsense yaaah Aamiin..
haha.










